Bayangkan Senin pagi: permohonan kredit modal kerja baru masuk, dan dokumen pertama yang Anda unduh adalah iDeb pemohon dari SLIK OJK. Semua fasilitas berstatus Lancar, bagian salah satu pelapor nyaris kosong, dan laporan bertanggal hari ini. Godaannya adalah membaca laporan itu sebagai catatan bersih, terkini, dan utangnya sedikit.
Ketiga bacaan itu bisa keliru. Pertanyaan yang sebetulnya dihadapi analis adalah bagaimana membaca laporan ini supaya setiap kesimpulan tetap sesuai dengan isinya, tidak lebih.
Apa yang bisa didukung oleh iDeb
Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dikelola OJK, dan keluaran informasi debiturnya lazim disebut iDeb. Menurut layanan iDebku OJK, informasi debitur adalah salah satu sumber untuk menilai kelayakan, bukan satu-satunya dasar keputusan, dan persetujuan pembiayaan tetap berada di tangan masing-masing lembaga jasa keuangan.
Kolektibilitas yang dilaporkan juga berbeda dari skor kredit prediktif. Skor biro kredit memperkirakan risiko ke depan, sedangkan kolektibilitas menggambarkan bagaimana pelapor menggolongkan fasilitas itu pada posisi data tertentu. Bila Anda juga memakai skor biro, cara meninjau laporan SLIK, Pefindo, dan CLIK dalam satu berkas dibahas di artikel tersendiri.
Apakah laporan ini milik debitur yang benar, dan seberapa baru datanya?
Mulailah dengan mencocokkan identitas debitur dengan orang atau badan usaha yang mengajukan. Setelah itu, catat posisi data setiap fasilitas, bukan hanya tanggal laporan diunduh.
Pelapor menyampaikan data SLIK untuk posisi akhir bulan, sehingga laporan yang diunduh hari ini masih bisa menampilkan posisi lebih lama untuk sebagian fasilitas. Fasilitas yang tidak muncul atau riwayat yang kosong tidak membuktikan debitur tidak punya pinjaman; artinya, tidak ada yang ditemukan dalam cakupan laporan.
Cakupan pelapor pun berubah dari waktu ke waktu. POJK 11 Tahun 2024 menambah kategori pelapor SLIK, antara lain perusahaan asuransi, perusahaan penjaminan, dan penyelenggara LPBBTI. Cek cakupan terhadap laporan dan ketentuan yang berlaku, jangan berpegang pada daftar tetap dari artikel lama.
Baca setiap fasilitas dengan urutan yang sama
Urutan yang tetap membuat bagian laporan yang panjang lebih sulit terlewat. Untuk setiap fasilitas material, baca:
- Pelapor dan nomor fasilitas
- Baki debet, mata uang, dan arti plafon yang dilaporkan
- Kolektibilitas dan tunggakan, bila tersedia
- Tanggal mulai, jatuh tempo, dan kondisi fasilitas
- Riwayat pembayaran yang tersedia dan penjelasan sesudahnya
Saat menjumlahkan angka, pegang dua hal. Pisahkan nominal per mata uang kecuali ada dasar konversi yang terdokumentasi, dan bedakan angka nol yang nyata dari data yang memang tidak tersedia. Struktur plafon juga bisa berbeda, termasuk beberapa fasilitas yang terikat dalam satu pengaturan bersama, jadi pastikan hubungan antarfasilitas sebelum jumlah plafon dibaca sebagai total pendanaan yang tersedia.
Contoh: PT Delta Kemasindo, distributor kemasan rekaan, punya dua fasilitas di bank yang sama, masing-masing berplafon IDR 2.000.000.000. Kalau dijumlahkan, seolah tersedia IDR 4.000.000.000. Rincian fasilitas dan perjanjian kreditnya ternyata menunjukkan keduanya berada dalam satu pengaturan gabungan dengan batas total IDR 2.000.000.000, sehingga ruang pendanaan debitur sebenarnya hanya separuh dari jumlah tadi.
Apa arti kolektibilitas yang dilaporkan?
Lima label yang umum dikenal, yaitu Lancar, Dalam Perhatian Khusus, Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet, berasal dari ketentuan bank umum: Pasal 12 ayat (3) POJK 40/POJK.03/2019 menetapkan lima kategori kualitas kredit tersebut. Untuk bank umum konvensional, Pasal 10 POJK yang sama menilai kualitas kredit berdasarkan prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan membayar.
Jenis pelapor lain bisa tunduk pada ketentuannya sendiri, jadi cek ketentuan yang berlaku bagi pelapornya. Kolektibilitas tidak bisa diringkas menjadi satu tabel hari tunggakan untuk semua lembaga. Baca kolektibilitas apa adanya bersama tunggakan dan riwayatnya. Bila kolektibilitas antarpelapor berbeda, telusuri tanggal, pelapor, dan keadaannya, dan pertahankan nilai sumbernya alih-alih menggantinya dengan satu kolektibilitas yang dianggap seragam.
Kolektibilitas menunjukkan posisi, bukan perjalanannya
Riwayat pembayaranlah yang memperlihatkan penurunan, pemulihan, restrukturisasi, atau perubahan lain. Riwayat itu belum tentu mencakup periode yang sama untuk setiap fasilitas, jadi pastikan periode yang ditampilkan dan catat bila ada celah.
Bila ada hal yang perlu dijelaskan, mintalah penjelasan debitur yang didukung dokumen. Pelunasan setelah posisi data laporan memerlukan bukti tersendiri dan tidak boleh disisipkan diam-diam ke data historis.
Sampai di mana peran iDeb?
SLIK tidak memperlihatkan pendapatan usaha debitur atau seberapa andal proyeksi penerimaannya. Kemampuan bayar perlu dinilai dari bukti lain, seperti rekening koran, laporan keuangan, kondisi usaha, dan kewajiban lain. Bila rekening koran termasuk buktinya, langkah berikutnya adalah memeriksa apakah omzet tampak membesar karena dana yang keluar lalu kembali.
Bila analisis memakai estimasi angsuran, beri label estimasi dan konfirmasi kewajiban material dengan perjanjian atau keterangan kreditur. Angka perkiraan tidak boleh disajikan seolah-olah angsuran yang dilaporkan kreditur.
Checklist sebelum mengandalkan iDeb
- Identitas cocok dengan pemohon, dan posisi data setiap fasilitas sudah dicatat.
- Setiap fasilitas material dibaca dengan urutan yang sama, nominal dipisah per mata uang, dan data kosong dibedakan dari nol.
- Plafon gabungan atau bersama sudah dipastikan sebelum plafon dijumlahkan.
- Kolektibilitas dibaca menurut ketentuan yang berlaku bagi pelapornya, bersama tunggakan dan riwayat.
- Kemampuan bayar dinilai dari bukti lain, dan keputusan kredit tetap di tangan institusi.
Sxored membaca iDeb menjadi tabel fasilitas untuk debitur dan setiap pihak terkait, lengkap dengan agunan dan riwayat pembayaran 24 bulan per fasilitas, serta menampilkan kolektibilitas yang tidak terbaca sebagai tak terbaca, bukan Lancar. Untuk sisi rekening koran pada berkas yang sama, baca apa yang perlu dicek sebelum memakai data rekening koran hasil ekstraksi.