Transformasi Digital 29 Jul 2025 · 4 menit baca

Cetak Biru Digital Perbankan OJK: Artinya bagi Proses Kredit

Cetak biru transformasi digital perbankan OJK tahun 2021 sering dibaca sebagai urusan divisi TI. Padahal elemen datanya paling terasa di meja analis kredit: angka di memo harus jelas asalnya, dan keputusan tetap di tangan analis.

Cetak Biru Digital Perbankan OJK: Artinya bagi Proses Kredit

Bayangkan komite kredit hari Kamis. Seorang anggota komite menunjuk angka omzet di memo dan bertanya dari mana angka itu berasal. Bila analis harus membuka ulang tumpukan PDF rekening koran untuk menjawabnya, proses kreditnya sudah digital di permukaan tetapi belum di cara kerjanya.

Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan OJK memberi kerangka untuk melihat jarak itu. Bagi tim kredit, pertanyaannya sederhana: apa arti cetak biru ini untuk pekerjaan analisis sehari-hari?

Apa itu cetak biru transformasi digital perbankan

OJK meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan pada 26 Oktober 2021. Isinya menguraikan lima elemen yang saling terkait: data, teknologi, manajemen risiko TI, kolaborasi, dan tatanan institusi. Siaran pers OJK menyebut cetak biru ini living document yang akan terus diperbarui mengikuti perkembangan perbankan.

Cetak biru ini disusun untuk sektor perbankan, dan BPR termasuk bank. Perusahaan multifinance berada di luar cakupannya, meski timnya bisa memakai kerangka yang sama sebagai rujukan. Dokumen ini acuan strategis, bukan aturan yang mewajibkan arsitektur atau produk tertentu.

Elemen mana yang paling dekat dengan tim kredit?

Teknologi, manajemen risiko TI, dan kolaborasi umumnya dipegang divisi TI, risiko, dan pengadaan. Elemen data dan tatanan institusi justru paling terasa di proses kredit, karena di sanalah dokumen debitur berubah menjadi angka dan angka menjadi keputusan. Dalam bacaan kami, keduanya berarti dua hal praktis bagi analis:

  • Data yang bisa ditelusuri. Setiap angka di memo kredit punya asal yang jelas, sampai ke halaman dokumen sumbernya.
  • Keputusan yang tetap milik analis. Hasil olahan dokumen menjadi bahan pertimbangan, sedangkan penilaian dan tanggung jawabnya tetap di tim kredit.

Kedua poin di atas adalah penerapan kerangka itu oleh kami, bukan kutipan dari dokumen OJK.

Data yang bisa ditelusuri

Proses kredit yang lebih cepat baru berguna bila hasilnya tetap mudah ditinjau. Karena itu, ukuran yang paling berguna bukan kecepatan membaca dokumen, melainkan seberapa cepat analis bisa menjawab “angka ini dari mana?”.

Contoh: sebuah BPR menganalisis rekening koran debitur fiktif, CV Tirta Jaya. Total mutasi kredit selama enam bulan tercatat IDR 1.250.000.000 dan cocok dengan rekening koran. Saat menelusuri baris-barisnya, analis menemukan IDR 300.000.000 berasal dari rekening pribadi pemilik, sehingga bukan hasil penjualan. Karena setiap baris tertaut ke halaman sumbernya, temuan itu muncul sebelum memo naik ke komite, dan omzet yang dipakai menjadi IDR 950.000.000.

Persoalan membaca yang sama dibahas lebih rinci di cara membaca hasil ekstraksi rekening koran.

Keputusan tetap di tangan analis

Pengolahan dokumen digital mempercepat pekerjaan yang berulang: memindahkan angka, menyusun tabel fasilitas, mencari nama yang sama di beberapa dokumen. Hasilnya paling berguna bila tampil sebagai bahan yang siap diperiksa, lengkap dengan alasannya, supaya analis bisa menerima, mengoreksi, atau menolaknya.

Bagian dokumen yang tidak terbaca juga perlu terlihat. Kekosongan yang ditandai bisa dilengkapi analis, sedangkan kekosongan yang diisi diam-diam baru ketahuan di komite.

Ringkasan untuk tim kredit

  • Baca cetak biru OJK sebagai acuan arah, bukan daftar produk yang diwajibkan.
  • Pastikan setiap angka di memo kredit bisa ditelusuri ke halaman sumbernya.
  • Pisahkan mutasi dari omzet sebelum angka masuk analisis.
  • Minta bagian dokumen yang tidak terbaca ditandai, bukan diisi.

Sxored membantu tim kredit menjalankan prinsip ini: kualitas ekstraksi setiap rekening koran dinilai beserta daftar pemeriksaan yang gagal, iDeb SLIK tersusun menjadi tabel fasilitas, dan pihak terkait disarankan beserta alasan kecocokannya untuk dikonfirmasi analis. Untuk sisi laporan kredit dalam berkas yang sama, lihat cara membaca laporan SLIK, CLIK, PEFINDO, dan CBI.

OJKPerbankanRegulasi

Ingin melihat cara kerja Sxored?

Kami tunjukkan alur analisisnya dalam demo singkat memakai data contoh, tanpa perlu menyerahkan data nasabah.

Jadwalkan Demo